Pada umumnya, telat haid atau telat menstruasi adalah salah satu tanda tanda kehamilan awal yang banyak dialami oleh para wanita.

Namun dengan kondisi masih banyaknya wanita yang siklus haidnya tidak teratur, tanda-tanda kehamilan pun seringkali luput tidak disadari oleh sebagian wanita.

Padahal mengenali tanda tanda kehamilan sangatlah penting untuk diketahui, terutama untuk para calon Ibu dan suami yang belum pernah mengalami kehamilan pertamanya.

Hal ini bertujuan agar Anda bisa memeriksakan diri sejak dini dan mempersiapkan masa-masa awal kehamilan dengan baik, dan juga hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahan-kesalahan Anda dalam melakukan tindakan.

Terus, bagaimana cara memastikannya?

Nah, cara memastikan kehamilan paling mudah yang Anda bisa lakukan adalah dengan menggunakan test pack atau Anda bisa memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Namun sebelum itu, tubuh ibu hamil sebenarnya sudah mengeluarkan tanda awal kehamilan seperti gejala-gejala yang akan dijelaskan berikut ini:

10 Tanda Tanda Kehamilan Awal Yang Penting Anda Ketahui


1. Pendarahan ringan (munculnya flek) dan keram perut

Pada proses kehamilan, sel telur yang telah dibuahi akan berkembang menjadi calon janin dan menempel pada dinding rahim.

Proses penempelan ini biasa disebut proses implantasi dan dapat merusak serta mengikis beberapa pembuluh darah di dinding rahim yang mengakibatkan pendarahan ringan atau munculnya flek.

Flek tanda kehamilan biasanya terjadi antara 6–14 hari setelah sel telur dibuahi.

Pendarahan bisa terlihat sebagai bercak darah berwarna pink atau coklat, bisa juga terlihat seperti darah menstruasi yang masih sedikit.

Pendarahan implantasi tidak akan keluar deras dan berlangsung lebih dari 5-7 hari.

Jika Anda mengalami pendarahan  lebih deras dan banyak, segera periksakan ke dokter.

Selain pendarahan ringan, wanita hamil juga biasanya akan merasakan kram pada perut.

Hal ini juga disebabkan oleh proses implantasi embrio pada dinding rahim.

Kram ini mirip dengan kram sesaat sebelum menstruasi, namun lebih terasa ringan dan singkat.

Kram perut akibat implantasi embrio ini biasanya hanya terpusat pada satu titik saja, tidak menyeluruh seperti kram saat menstruasi.

2. Mudah merasa lelah

Saat hamil 1 bulan pertama, kadar hormon progesteron dalam tubuh ibu hamil akan meningkat.

Hormon ini dapat mengubah metabolisme tubuh sehingga membuat ibu hamil mengantuk dan kelalahan walaupun aktivitas yang dilakukan sama seperti biasa.

Ibu hamil bisa mengalami kelelahan luar biasa walaupun usia kehamilannya baru 1 minggu.

Namun, tidak perlu khawatir karena tanda tanda hamil seperti ini biasa terjadi.

Bahkan, mungkin terus terjadi sampai waktunya melahirkan.

Selain itu, kelelahan juga bisa disebabkan oleh banyaknya energi tubuh yang dipakai untuk mempersiapkan kehamilan, misalnya untuk memproduksi sel darah lebih banyak.

Tubuh wanita juga akan melemahkan sistem imunnya sejak sebelum proses implantasi agar embrio dapat melekat dan menetap di rahim sebagai calon janin.

Kekebalan tubuh yang melemah ini juga meningkatkan risiko ibu hamil mudah kelelahan, inilah yang menjadikannya sebagai tanda-tanda kehamilan.

Kadar gula darah dan produksi darah segar pun cenderung lebih rendah karena sebagian besar ditujukan ke rahim untuk nutrisi janin.

Inilah alasannya ibu hamil kerap kali mengeluh tubuhnya mudah capek.

Untuk mengatasi tanda-tanda hamil yang satu ini, ibu hamil direkomendasikan untuk menyesuaikan aktivitasnya dan memperbanyak istirahat serta menjaga jangan sampai kurang tidur agar tanda-tanda kehamilan ini tidak membuat ibu hamil terganggu.

Baca Juga: 10 Dampak Kurang Tidur Terhadap Kesehatan

3. Telat haid atau telat menstruasi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa telat haid adalah ciri hamil yang paling umum dialami oleh wanita.

Ini karena menstruasi dan kehamilan berawal dari satu proses yang sama, yaitu turunnya sel telur dewasa dari ovarium (indung telur) menuju rahim.

Bila seorang wanita sudah berhubungan seksual dan terlambat menstruasi selama 1-2 minggu, ini bisa menandakan proses pembuahan telah berlangsung dan sebaiknya segera melakukan tes kehamilan.

Proses pembuahan tersebut akan memasuki tahap implantasi, yakni calon janin menempel pada dinding rahim.

Saat inilah tubuh ibu hamil akan memproduksi hormon human chorionic gonadotropin atau HCG yang bertugas membantu tubuh menjaga kehamilan.

Hormon ini jugalah yang memberitahu indung telur untuk berhenti memproduksi sel telur baru ketika ibu mengandung. Oleh karenanya, tidak ada sel telur yang luruh menjadi darah haid.

Namun, perlu dipahami bahwa meskipun tanda tanda kehamilan yang paling jelas adalah terlambat menstruasi, tidak berarti semua wanita yang telat menstruasi disebabkan oleh kehamilan.

Sebab terlambat menstruasi juga bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon.

4. Payudara yang berubah

Tanda tanda kehamilan yang juga sering dirasakan wanita adalah perubahan pada payudara.

Umumnya, pada minggu-minggu pertama kehamilan, payudara ibu hamil  akan terasa lebih berat, membesar dan mengencang, lebih keras dari biasanya.

Dalam beberapa kasus payudara juga mungkin terasa lebih sensitif dan nyeri, juga menyesakkan serta terasa tidak nyaman.

Selain itu, tanda-tanda kehamilan lainnya, muncul garis-garis urat pada area di sekitar puting susu.

Bagian areola puting juga dapat berubah warna semakin gelap dan ukurannya melebar.

Tanda-tanda hamil ini terjadi akibat perubahan hormon kehamilan dalam tubuh yang meningkatkan aliran darah menuju payudara, jaringan lemak baru mulai terbentuk dan saluran susu mulai mengembang demi mempersiapkan produksi ASI.

Tanda tanda kehamilan muda ini biasa terjadi di usia kehamilan 4-6 minggu, sementara perubahan warna puting dan areola mulai terjadi sekitar minggu ke-11 kehamilan.

5. Mual dan muntah

Salah satu tanda awal kehamilan yang umum dirasakan adalah mual di pagi hari atau morning sickness.

Biasanya banyak dirasakan oleh Ibu muda, akan tetapi, tidak semua merasakan mual-mual seperti ini.

Mual dapat dialami dengan atau tanpa muntah.

Seperti namanya, umumnya mual-mual terjadi di pagi hari, meskipun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi sepanjang hari.

Dilansir dari American Pregnancy Association (APA), lebih dari 50 persen wanita hamil mengalami morning sickness di trimester pertama kehamilan atau memasuki usia hamil 1 bulan, sekitar 4-6 minggu.

Morning sickness akan mereda perlahan seiring bertambahnya usia kandungan ibu hamil.

Sebagian wanita hamil akan terus mengalami tanda-tanda hamil ini sampai trimester kedua atau bahkan sampai persiapkan melahirkan.

Hal ini terjadi akibat meningkatnya hormon kehamilan yaitu hormon Beta HCG di dalam tubuh yang mulai dihasilkan oleh plasenta.

Ada juga beberapa ibu hamil yang mengalami tanda-tanda kehamilan ini lebih cepat, yakni di minggu ke-2 atau segera setelah pembuahan terjadi.

Baca Juga: Hamil 1 Bulan – Yang Terjadi di Dalam Rahim Anda, ini Faktanya

6. Perubahan indera penciuman

Selain morning sickness, mual pada Ibu hamil juga dapat terjadi karena perubahan pada indera penciuman yang lebih sensitif.

Menurut studi yang diterbitkan pada jurnal Frontiers in Psychology, kepekaan hidung untuk mencium bau akan meningkat drastis selama kehamilan.

Akibatnya, banyak ibu hamil muda yang mudah merasa pusing, mual dan muntah, atau bahkan suasana hatinya rusak seketika hanya karena mencium aroma tertentu.

Padahal, mereka mungkin tidak merasa terganggu dengan aroma tersebut sebelum hamil.

7. Berubahnya nafsu makan

Pada trimester awal, perubahan nafsu makan ibu hamil mulai terlihat.

Ada yang mengalami penurunan selera makan karena harus berhadapan dengan morning sickness yang menimbulkan gejala mual dan muntah.

Ada pula sebaliknya, tidak mengalami morning sickness dan nafsu makan justru meningkat.

Ini adalah kondisi yang wajar terjadi karena bayi bertumbuh di dalam kandungan.

Pertumbuhan janin di dalam kandungan mengakibatkan mudah merasa lapar sehingga terjadi peningkatan nafsu makan pada ibu hamil.

Berikut beberapa tips untuk mengendalikan rasa lapar saat hamil:

  • Rutin minum agar tidak dehidrasi (12-13 gelas per hari)
  • Konsumsi makanan bernutrisi
  • Makan sering dalam porsi kecil
  • Selalu sediakan camilan

Bisa juga menggabungkan beragam buah dan kacang-kacangan sehingga nutrisi dapat terpenuhi secara optimal selama masa kehamilan.

8. Perubahan suasana hati

Selama kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron akan meningkat.

Peningkatan hormon ini dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang lebih cepat dan membuat ibu hamil lebih emosional atau sensitif dari biasanya, misalnya jadi mudah cemas dan marah.

Terkadang, ibu hamil mungkin ceria tapi tak berapa lama kemudian bisa marah atau menangis tersedu-sedu.

Tanda-tanda kehamilan ini umumnya terjadi pada wanita yang baru pertama kali mengandung.

9. Mudah buang air kecil

Hormon hCG yang diproduksi saat minggu pertama kehamilan akan menyebabkan peningkatan aliran darah ke area panggul.

Biasanya kondisi ini mulai terjadi sekitar 6-8 minggu setelah pembuahan.

Seiring membesarnya usia kehamilan, sering pipis juga dapat disebabkan oleh kandung kemih yang tertekan oleh rahim.

Akibatnya, ibu hamil akan lebih sering merasa kebelet untuk buang air kecil meski kandung kemih belum penuh.

Saat hamil, perubahan hormon membuat kandung kemih jadi lebih sensitif sehingga ibu hamil lebih sulit menahan pipis.

Refleks, seperti bersin, batuk, atau tertawa juga mungkin dapat membuat ibu hampil mengompol tanpa sadar.

Tidak perlu khawatir, ini adalah tanda-tanda kehamilan yang wajar terjadi.

10. Rambut rontok

Menurut American Pregnancy Association, rambut rontok adalah salah satu tanda awal kehamilan yang umum terjadi.

Umumnya ada 40 persen sampai 50 persen wanita hamil yang mengalami kerontokan rambut.

Penyebabnya karena perubahan hormon dan kurangnya gizi pada ibu hamil.

Tak jarang, saat wanita mengalami ciri-ciri hamil ini banyak dari mereka yang memilih untuk memotong pendek rambutnya.

Selain itu, ada pula beberapa tanda tidak spesifik lainnya yang bisa dirasakan oleh wanita hamil seperti, sakit kepala, keputihan, sakit punggung, hingga sembelit.

Tanda-tanda kehamilan awal bisa berbeda bagi tiap wanita,

ada yang merasakan semua tanda kehamilan di atas, namun ada juga yang hanya merasakan 1 atau 2 tanda saja.

Melansir dari Pregnancy Test, tidak semua wanita menunjukkan tanda-tanda hamil yang seragam.

Ada yang mengalami mual dan muntah tapi tidak merasa kram perut implantasi, atau sebaliknya.

Bahkan, wanita yang sudah pernah hamil mungkin saja mengalami tanda hamil yang berbeda di setiap kehamilannya.

Ini terjadi karena tubuh setiap wanita pasti berbeda, sehingga bagaimana mereka bereaksi terhadap perubahan tubuhnya juga akan berbeda.

Selain itu, tanda-tanda ini bisa saja tertukar dengan tanda sebelum menstruasi atau kondisi kesehatan lain, sehingga Anda bisa saja tidak menyadari bahwa Anda sedang hamil.

Segera lakukan tes jika muncul tanda-tanda kehamilan awal

tanda awal kehamilan

Ilustrasi penggunaan test pack

Bila Anda merasakan tanda tanda awal kehamilan, ada baiknya segera periksa dengan test pack.

Alat ini bisa memastikan kehamilan lebih awal dan akurasinya sekitar 97-99 persen, tidak hanya dengan melihat tanda-tanda yang dialami saja.

Namun, kehamilan baru dapat terdeteksi secara akurat oleh alat ini setidaknya 10 hari setelah telat haid.

Gunakan alat sesuai instruksi pada kemasan untuk hasil yang akurat.

Waktu paling tepat untuk memastikan kehamilan lewat test pack adalah pagi hari karena hormon HCG sedang tinggi-tingginya.

Anda juga bisa menunggu setidaknya satu hingga dua minggu setelah berhubungan seks untuk memastikan positif hamil atau tidak.

Tidak hanya mengandalkan test pack atau mengamati tanda-tanda hamil, Anda juga perlu periksa ke dokter untuk memastikannya.

Jika Anda positif hamil, buat jadwal untuk periksa kandungan secara rutin dan bicarakan tanda tanda awal kehamilan yang sudah dialami.

Baca Juga: Hamil 2 Bulan – Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Perkembangan Janin

Bagikan artikel ini: