Mungkin Anda pernah mendengar rumor bahwa ada orang yang tidak merokok atau bisa juga di sebut sebagai perokok pasif bisa terkena penyakit kanker paru – paru. Apakah hal ini bisa benar terjadi? Faktanya, selain merokok ada sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru – paru.

Sehati.my.id – Merokok sering dianggap sebagai salah satu penyebab utama kanker paru-paru . Anggapan tersebut memang benar karena rokok mengandung lebih dari 60 zat beracun yang berbahaya untuk  kesehatan tubuh. Zat beracun tersebut dapat merusak jaringan paru-paru dan membuat sel-sel bereaksi secara tidak terkendali sehingga memicu perkembangan  sel kanker.  Namun tidak semua kasus kanker paru-paru terjadi pada perokok aktif. Untuk menghindari penyakit ini, Anda sebaiknya mengetahui penyebab kanker paru pada orang yang tidak merokok.

Faktor perokok pasif

Merokok adalah penyebab utama dari kanker paru-paru, yakni sekitar 85%. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Beda halnya dengan kasus kanker paru-paru yang terjadi pada non perokok, hal ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya.

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kanker paru-paru pada non-perokok adalah terlalu sering terpapar asap rokok, atau lazim disebut perokok pasif. Walaupun risikonya tidak sebesar perokok aktif, terbukti menjadi perokok pasif juga dapat memberi dampak negatif jangka panjang.

Penelitian menyebutkan 1 dari 5 wanita yang menderita kanker paru-paru tidak pernah merokok, dibandingkan dengan 1 dari 10 pria. Sebuah tinjauan pasien kanker paru-paru yang menjalani operasi dari 2008 sampai 2014 di Inggris, juga menemukan bahwa 67% dari mereka yang tidak pernah merokok adalah wanita.

Lebih lanjut, berdasarkan laporan World Health Organization (WHO), asap rokok meningkatkan kemungkinan seorang perokok pasif mendapatkan kanker paru-paru hingga 20-30% dan menyebabkan 430 ribu kematian di seluruh dunia setiap tahun, yang 64% di antaranya adalah wanita.

Berikut beberapa hal yang dapat menjadi penyebab dan faktor risiko orang yang tidak merokok tapi terkena kanker paru:

  1. Terkena paparan gas radon

Paparan gas radon diketahui menjadi penyebab terjadinya kanker paru pada orang yang tidak merokok. Gas radon secara alami ada di udara dan umumnya tidak membahayakan. Meski begitu, kadar atau konsentrasi gas radon bisa meningkat di rumah yang dibangun di atas tanah yang mengandung endapan uranium alam.

Gas itu meluruh untuk membentuk produk yang memancarkan jenis radiasi ion. Gas radon diketahui sebagai penyebab kanker paru-paru, dengan perkiraan 12 persen kematian akibat kanker paru-paru disebabkan oleh gas radon.

Gas radon dapat melakukan perjalanan melalui tanah dan memasuki rumah melalui celah di fondasi, pipa, saluran air, atau lubang lainnya. Gas radon tidak terlihat dan tidak berbau, tetapi dapat dideteksi dengan alat tes sederhana.

  1. Terlalu sering menjadi perokok pasif 

Terlalu sering menghirup asap rokok orang lain, misalnya akibat tinggal serumah dengan perokok aktif atau bekerja di lingkungan perokok, juga bisa menyebabkan munculnya kanker paru. Pasalnya, asap rokok memiliki sejumlah zat yang bersifat karsinogenik dan bisa merusak jaringan paru.

  1. Terkena paparan asbes

Asbestosis adalah penyakit paru-paru kronis yang disebabkan oleh jaringan parut jaringan paru-paru, yang berawal dari asbes yang berkepanjangan .Asbestosis dapat menyebabkan kanker paru-paru yang identik dengan kanker paru-paru dari penyebab lainnya. Periode latensi antara paparan dan perkembangan kanker paru-paru adalah 20 sampai 30 tahun. Diperkirakan bahwa 3% -8% dari semua kanker paru-paru berhubungan dengan asbes. Gejalanya meliputi batuk kronis, nyeri dada, sesak napas, hemoptisis (batuk darah), mengi atau suara serak, penurunan berat badan dan kelelahan. Prognosis umumnya buruk kecuali kanker terdeteksi pada tahap awal. Dari semua pasien yang didiagnosis dengan kanker paru-paru, hanya 15% yang bertahan selama lima tahun setelah diagnosis.

  1. Terpapar polusi udara

Sudah sejak lama polusi udara berkontribusi terhadap terjadinya kanker paru. Bahkan organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan jenis polusi udara luar ruangan, seperti gas buangan kendaraan, kompor kayu, dan pembangkit listrik tenaga batu bara, sebagai bahan yang bersifat karsinogenik.

  1. Terdapat faktor genetika (keturunan)

Faktor genetik berperan dalam meningkatkan peluang seseorang untuk terkena kanker paru. Memiliki orang tua atau anggota keluarga yang menderita kanker paru dapat meningkatkan risiko Anda menderita kanker paru.

  1. Terjadi mutasi gen

Mutasi gen dapat menyebabkan terjadinya perubahan sifat sel-sel paru menjadi ganas. Hal ini juga merupakan penyebab terjadinya kanker paru. Para peneliti sedang mempelajari lebih banyak tentang apa yang menyebabkan sel menjadi kanker, dan bagaimana sel kanker paru berbeda antara non-perokok dan perokok. Memahami bagaimana perubahan gen yang menyebabkan sel kanker paru tumbuh akan membantu para peneliti untuk mengembangkan terapi.

Jadi, meskipun kamu bukan perokok aktif, risiko terkena kanker paru – paru tetap ada. Hal-hal yang disebutkan di atas merupakan beberapa penyebab dan faktor risiko terjadinya kanker paru – paru pada orang yang tidak merokok.

Sebisa mungkin hindari hal-hal tersebut dan terapkan pola hidup sehat. Anda juga disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan paru-paru Anda.

Selain tidak merokok, hindari penyebab kanker paru-paru dengan lakukan ini

Walau kanker paru-paru dapat menyerang setiap orang, beberapa hal berikut ini bisa Anda lakukan untuk menjauhi penyebab kanker paru-paru.

  • Melakukan uji gas radon, sebelum memutuskan untuk membeli rumah
  • Menghindari asap rokok. Sebaiknya Anda tegas menegur perokok yang tidak pada tempatnya
  • Memastikan perusahaan Anda memiliki standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang sesuai dengan peraturan pemerintah
  • Menggunakan masker saat bepergian keluar rumah
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang
  • Berolahraga dengan teratur
Bagikan artikel ini: